Di Indonesia, peta dasar yang sering digunakan dalam kegiatan pemetaan adalah peta rupa bumi Indonesia (RBI) yang dibuat oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Selain RBI, peta yang juga digunakan untuk keperluan ini adalah peta topografi buatan Jawatan Topografi TNI AD dan juga peta topografi buatan Army Map Service (AMS). Dalam artikel ini, dijelaskan perbedaan peta RBI dengan peta topografi buatan TNI AD.
Keduanya memiliki persamaan dan perbedaan. Perbedaan peta RBI dan peta topografi terletak pada hal pembuat peta, sistem penomoran, legenda, lokasi informasi tepi, sumber data, sistem proyeksi, sistem koordinat, datum peta, pewarnaan peta, fungsi dan kegunaan, serta pengguna peta.
Perbedaannya secara ringkas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
| No | Pembeda | Peta RBI | Peta Topografi |
| 1 | Pembuat | Badan Informasi Geospasial | Jawatan Topgrafi TNI AD |
| 2 | Sistem penomoran | Contoh: Helai 45/XLI-A | Lembar 1407-642 |
| 3 | Legenda | Lebih detil | Lebih umum |
| 4 | Lokasi informasi tepi | Kanan muka peta | Bawah muka peta |
| 5 | Sumber data | Foto udara, Survey lapangan | Survey terestris |
| 6 | Sistem proyeksi | Universal Transverse Mercator (UTM) | Lambert Conical Orthometry (LCO) |
| 7 | Sistem koordinat | Geografis dan UTM | Lambert Conical Orthometry (LCO) |
| 8 | Datum peta | vertikal=muka laut di Tanjung Priok, dan horizontal=Datum Geodesi Nasional 1995 (DGN-95) | Sphereida Bessel |
| 9 | Pewarnaan peta | Full area | Terbatas |
| 10 | Fungsi dan kegunaan | Peta referensi umum, peta dasar | Operasi militer |
| 11 | Pengguna peta | Pemerintah, pengembang, akademisi, umum | Militer, akademisi |
Untuk penjelasan lebih lengkapnya, silahkan lanjut membaca.
Peta topografi di Indonesia
Peta topografi merupakan peta yang dibuat untuk tujuan umum. Peta ini memberikan informasi kenampakan topografi beserta fitur alam dan fitur buatan yang bersada di atasnya. Peta ini juga digunakan untuk keperluan peta navigasi darat, sehingga informasi jalan, sungai dan objek-objek penting juga dimunculkan.
Peta topografi juga berfungsi sebagai peta referensi/acuan dan peta dasar. Artinya peta yang dipakai sebagai acuan dan dasar bagi pembuatan peta tematik dan bebagai macam aktivitas yang menyangkut fenomena spasial pada suatu lokasi.
Di Indonesia, setidaknya ada dua peta yang resmi untuk keperluan ini yaitu:
- peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) terbitan Badan Informasi Geospasial
- Peta topografi yang dibuat oleh Jawatan Topografi TNI AD.
Perbedaan peta rupabumi dan peta topografi
Perbedaan iantara peta rupabumi dengan peta topografi adalah:
- pembuat peta
- sistem penomoran
- legenda peta
- sumber data
- sistem proyeksi
- sistem koordinat
- datum peta
- pewarnaan peta
- fungsi dan kegunaan
- pengguna peta
Untuk lebih memahami penjelasan perbedaan kedua peta, silahkan dilihat terlebih dahulu contoh dari masing-masing peta.
Contoh peta topografi buatan Jawatan Topografi TNI Angkatan Darat.
Contoh peta rupabumi buatan Badan Informasi Geospasial (BIG).
Pembuat peta
Peta rupabumi dibuat oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) .
Sedangkan peta topografi dibuat oleh Jawatan Topografi TNI Angkatan Darat.
Sistem penomoran
Perbedaan yang cukup jelas terdapat pada sistem penomoran peta.
Dalam hal penomoran peta, peta topografi menggunakan perpaduan angka arab, angka romawi dan huruf latin. Angka arab terdapat di dua digit pertama, dilanjutkan dengan garis miring dan angka romawi, kemudian di teruskan dengan tanda strip dan huruf abjad.
Penomoran ini bertingkat mulai dari skala yang paling besar ke skala yang lebih kecil. Ukuran 1 lembar peta adalah 10’ bujur x 10’ lintang. Sehingga 1 lembar peta skala 1 : 100.000 terdapat 4 lembar peta skala 1 : 50.000. Penomoran dengan huruf latin A – D mulai pojok kanan bawah berlawanan arah jarum jam.
Contoh penomoran : 58/XLII – B berarti lembar ke 58 mendatar dari kiri, lembar ke XLII vertikal dari atas peta 1 : 100.000, lembar ke 2 dari pojok kanan bawah berlawanan arah jarum jam.
Peta induk dengan skala 1 : 100.000 ribu merupakan perpotongan dari kedua lajur tersebut. Peta ini berukuran 20’ x 20’. Penomoran tiap 20’ lintang dimulai dari 94° 30′ BT hingga 141° BT angka latin 1-139 serta dan penomoran lintang dimulai dari 11° LU – 6° LU dengan angka romawi, sehingga peta topografi Indonesia skala 1 : 100.000 terdapat 1089 lembar.
Sedangkan peta rupa bumi menggunakan angka arab seluruhnnya. Penomoran peta rupabumi ditentukan bertingkat sesuai dengan skalanya mulai dari 4 digit sampai dengan 8 digit, contoh : peta lembar 1209-224.
Legenda peta
Peta rupabumi (RBI) memiliki lebih banyak simbol jika dibandingkan dengan peta topografi.
Objek yang disimbolkan pada legenda topografi adalah objek yang umum seperti jalan, bandara, pelabuhan, batas administrasi, dan beberapa penggunaan lahan.
Sedangkan objek yang disimbolkan pada peta RBI lebih khusus seperti jalan setapak, jalan khusus, objek masjid, vihara, tegalan, makam dll.
Lokasi informasi tepi
Lokasi informasi tepi untuk peta topografi berada di bawah muka peta.
Sedangkan lokasi informasi tepi untuk peta rupabumi (RBI) berada di sebelah kanan muka peta.
Sumber data
Sumber data peta topografi adalah survey terrestrial yang dilakukan oleh TNI AD, sedangkan peta rupabumi dibuat oleh BIG (dulu Bakosurtanal) dengan sumber data foto udara dan survey lapangan.
Sistem proyeksi
Dalam hal proyeksi peta dan sistem koordinat yang digunakan, peta topografi memakai proyeksi Lambert Conical Orthometry (LCO), sedangkan peta rupabumi menggunakan proyeksi Universal Transerve Mercator (UTM) .
Penggunaan proyeksi UTM untuk memetakan daerah Indonesia menjadi lebih tepat jika dibandingkan dengan proyeksi kerucut seperti proyeksi LCO. Hal ini dikarenakan proyeksi UTM yang merupakan proyeksi silindris lebih sesuai memetakan daerah lintang rendah atau sekitar equator karena memiliki tingkat distorsi yang lebih kecil.
Sistem koordinat
Peta RBI menggunakan dua jenis grid sistem koordinat, yaitu
- sistem koordinat geografi (Derajat-Menit-Detik)
- sistem koordinat UTM (meter utara, meter timur).
Sedangkan peta topografi memakai sistem koordinat LCO.
Datum
Peta topografi menggunakan datum sphereida Bessel, sedangkan peta rupabumi menggunakan dua datum, yaitu muka laut di Tanjung Priok sebagai datum vertikal, dan Datum Geodesi Nasional 1995 (DGN-95) sebagai datum horizontal.
Pewarnaan
Dalam pewarnaan peta, peta rupabumi memiliki kesan warna yang lebih mencolok.
Peta rupa bumi menggunakan warna untuk setiap arealnya secara penuh, sedangkan peta topografi hanya memberikan pewarnaan dalam obyek garis.
Fungsi dan kegunaan
Peta topografi LCO lebih difungsikan untuk keperluan militer.
Sedangkan peta RBI digunakan sebagai peta dasar atau peta acuan dalam membuat peta tematik dan menjadi peta referensi secara umum.
Pengguna peta
Peta topografi banyak digunakan oleh militer dan akademisi. Sedangkan peta rupabumi digunakan oleh kalangan yang lebih luas seperti akademisi, konsultan, pemerintah, dan masyarakat awam.
Persamaan peta rupabumi dan peta topografi
Selain perbedaan-perbedaan di atas, peta rupabumi dan peta topografi memiliki persamaan-persamaan yaitu:
- penentuan judul peta
- Isi peta
- Cara penggambaran simbol
Judul peta
Peta rupabumi dan peta topografi sama-sama mengambil atau memilih judul satu daerah yang ditunjukkan oleh peta tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemilihan judul peta pada peta umum seperti kedua peta ini ditentukan dengan melihat daerah mana yang ditunjukkan atau sebagian besar ditunjukkan oleh peta tersebut.
Isi peta
Peta topografi dan peta rupabumi menggambarkan hampir semua kenampakan alami seperti sungai dan laut, serta menggambarkan kenampakan buatan manusia seperti jalan dan jembatan seteliti mungkin sejauh skalanya memungkinkan. Dengan sifatnya yang seperti itu, kedua peta tersebut sering dijadikan peta dasar atau peta acuan dalam berbagai pembuatan jenis peta tematik.
Cara penggambaran simbol
Persamaan dalam penggambaran kenampakan alami tampak pada penggambaran kenampakan sungai, danau, rawa, kontur dan pohon atau hutan.
Di kedua peta tersebut, sungai digambarkan dengan garis yang berkelok-kelok sesuai bentuk sungai tersebut dan berwarna biru.
Danau di gambarkan dengan area yang berwarna biru di tengah-tengah daratan.
Rawa digambarkan dengan area dengan garis putus-putus di dalamnya, sedangkan vegetasi atau hutan digambarkan dengan area yang berwarna hijau.
Persamaan penggambaran kenampakan buatan antara lain adalah penggambaran jalan, masjid, gereja, dan jalan kereta api satu arah.
Jalan dikenali dengan bentuk garis yang berwarna hitam, masjid dengan bentuk persegi dengan bentuk seperti bulan sabit diatasnya dan berwarna hitam.
Sedangkan gereja mempunyai bentuk seperti masjid, hanya saja bentuk bulan sabit diganti dengan bentuk palang (+).
Kesimpulan
Peta topografi merupakan peta yang dibuat untuk tujuan umum. Peta ini memberikan informasi kenampakan topografi beserta fitur alam dan fitur buatan yang bersada di atasnya. Peta ini juga digunakan untuk keperluan peta navigasi darat, sehingga informasi jalan, sungai dan objek-objek penting juga dimunculkan.
Di Indonesia, setidaknya ada dua peta yang resmi untuk keperluan ini yaitu:
- peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) terbitan Badan Informasi Geospasial
- Peta topografi yang dibuat oleh Jawatan Topografi TNI AD.
Perbedaan iantara peta rupabumi dengan peta topografi adalah:
- pembuat peta
- sistem penomoran
- legenda peta
- sumber data
- sistem proyeksi
- sistem koordinat
- datum peta
- pewarnaan peta
- fungsi dan kegunaan
- pengguna peta
