Apa itu peta navigasi? Kami jelaskan pengertian, fungsi, jenis-jenis, beserta perbedaannya dengan peta lainnya di artikel ini.
Peta navigasi adalah adalah peta- peta yang dibuat dan didesain khusus untuk kepentingan navigasi darat, laut, maupun udara yang menggabungkan aspek topografi, referensi umum, dan peta tematik dan diproduksi sebagai alat bantu navigasi, terutama untuk perahu dan pesawat.
Apa itu peta navigasi?
Menurut ICA (1977) peta navigasi atau chart adalah peta‑peta yang dibuat dan disain khusus untuk kepentingan navigasi baik darat,laut, maupun udara.
Misalnya :
– Pilotage Chart
– Road Map/Peta Jalan
– Aeronautical Chart
– Bathymetric Chart
– Peta Arah Angin
– Sea Nautical Chart
Peta chart atau navigasi merupakan salah satu jenis peta, selain peta topografi dan peta tematik. Peta navigasi menggabungkan aspek topografi, referensi umum dan peta tematik dan diproduksi sebagai alat bantu navigasi untuk perahu dan pesawat.
Pembacaan peta navigasi ini diperlukan pengetahuan dan kemampuan khusus.
Seperti peta topografi, peta navigasi biasanya dihasilkan oleh lembaga pemetaan pemerintah.
Di Indonesia, pembuatan peta-peta ini di bawah koordinasi Badan Informasi Geospasial (BIG).
Fungsi peta navigasi
Peta navigasi memiliki fungsi utama untuk membantu proses navigasi, terutama di laut dan di udara.
Peta navigasi udara dibuat untuk membantu perjalanan udara, terutama untuk menanggulangi resiko bahaya ketika pesawat mendarat.
Peta navigasi laut dibuat untuk membantu perjalanan laut, terutama untuk menanggulangi resiko bahaya ketika perahu merapat.
Perbedaan peta navigasi dengan peta lainnya
Peta topografi menampilkan kenampakan-kenampakan muka bumi. Sedangkan pada peta chart, kenampakan-kenampakan tersebut tetap akan ditampilkan, namun penekanan dilakukan pada obyek-obyek yang memungkinkan terjadinya bahaya.
Perbedaan lain adalah bahwa peta chart memiliki informasi khusus yang membantu navigasi. Informasi ini mencakup hal-hal seperti lokasi mercusuar, fitur pesisir signifikan (misalnya gunung atau tanjung a), kompas mawar dan catatan teks .
Jenis-jenis peta navigasi
Peta navigasi atau peta chart dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
- Peta navigasi darat
- Peta navigasi laut
- Peta navigasi udara
Peta navigasi darat
Navigasi darat membutuhkan informasi lengkap mengenai permukaan bumi di area daratan. Informasi yang dibutuhkan ini meliputi informasi ketinggian, kemiringan lereng, dan kenampakan-kenampakan lainnya seperti sungai dan tutupan vegetasi.
Biasanya peta navigasi darat secara khusus tidak dibuat, karena keperluan ini sudah dapat tercover oleh peta topografi.
Jadi, peta navigasi darat dapat pula disebut peta topografi, sedangkan peta navigasi darat/ laut biasa disebut peta chart.
Peta topografi Indonesia skala 1:250.000 dapat diunduh di tautan ini.
Sedangkan peta topografi skala 1:50.000 untuk area Jawa dan Madura dapat diunduh di sini.
Berikut contoh peta topografi.
Peta navigasi laut (Nautical Chart)
Peta navigasi laut dibuat untuk membantu perjalanan laut, terutama untuk menanggulangi resiko bahaya ketika perahu merapat.
Peta ini memuat informasi-informasi yang diperlukan di daerah laut seperti kedalaman laut, detil garis pesisir, informasi pasut dan arus, detil medan magnet lokal. Peta ini juga memuat objek buatan manusia seperti mercusuar, jembatan dan pelabuhan.
Di Indonesia, peta navigasi laut juga sering disebut dengan peta laut, dan dibuat secara resmi oleh Pushidrosal.
Peta laut merupakan sarana utama yang resmi digunakan untuk menjamin keselamatan bernavigasi di laut.
Dikutip dari website Pushidrosal, peta laut adalah visualisasi grafis ruang laut dan pantai yg menyajikan berbagai data yaitu:
- kedalaman laut (batimetri),
- ketinggian daratan,
- morfologi (bentuk lahan) di laut, garis pantai,
- bahaya navigasi,
- Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP),
- instalasi buatan di permukaan maupun di dasar laut (seperti anjungan pengeboran minyak dan gas, pipa serta kabel bawah laut),
- oseanografi fisik,
- kepelabuhanan,
- garis-garis batas (batas maritim/ALKI/daerah terlarang dan daerah terbatas, termasuk batas kawasan konservasi maupun taman nasional laut).
Peta laut Indonesia dimutakhirkan datanya melalu survei dan pemetaan hidro-oseanografi secara periodik. Untuk wilayah perairan yang memiliki perubahan cukup cepat dan signifikan, maka pemutakhiran data juga dilakukan sesering mungkin.
Peta navigasi laut memiliki standard simbol yang disepakati oleh seluruh negara di dunia. Seperti peta navigasi laut konvensi internasional yaitu jika grafik berwarna maka informasi navigasi khusus ditampilkan dalam warna ungu.
Contoh proses pembuatan peta laut dapat dibaca di artikel ini.
Peta navigasi udara (Aeronautical Chart)
Peta navigasi udara (aeronautical chart) adalah salah satu jenis peta yang berisi tentang informasi navigasi khususnya untuk navigasi udara, baik untuk informasi lokasi pengguna, ketinggian yang aman, jalur penerbangan, keterangan tambahan seperti frekuensi radio,dan batas wilayah penerbangan.
Seperti peta navigasi laut, peta navigasi udara yang diproduksi pada berbagai skala detil tergantung pada informasi yang tersedia dan sifat dari daerah yang sedang dipetakan.
Namun, perbedaan mendasar antara keduanya adalah fungsinya terhadap perjalanan udara atau laut.
Peta navigasi udara dibuat untuk membantu perjalanan udara, terutama untuk menanggulangi resiko bahaya ketika pesawat mendarat.
Ketinggian peta navigasi udara selalu ditampilkan dalam meter di atas permukaan laut.
Peta navigasi udara biasanya diproduksi oleh suatu negara angkatan udara ditambah sebuah lembaga sipil yang bertanggung jawab untuk lalu lintas udara kontrol sipil dan regulasi.
Kenampakan utama yang ditampilkan pada peta adalah obyek yang dapat dengan mudah terlihat dari pesawat terbang tinggi. Kota-kota juga ditampilkan, sebagai indikasi adanya tempat untuk mendarat atau tinggal landas (simbol bulat ungu).
Indikasi ketidakrataan tanah diberikan oleh bayangan bukit dan nilai ketinggian untuk titik tinggi individu di suatu daerah (nomor hitam besar). Selain itu, buatan manusia yang bisa menjadi bahaya untuk pesawat terbang rendah juga diperlihatkan . Contoh pada peta ini adalah segitiga ungu (menara dan cerobong asap).
Kesimpulan
Kami jelaskan pengertian, fungsi, jenis-jenis, beserta perbedaannya dengan peta lainnya di artikel ini.
Peta navigasi adalah adalah peta yang menggabungkan aspek topografi, referensi umum, dan peta tematik dan diproduksi sebagai alat bantu navigasi, terutama untuk perahu dan pesawat.

