Telah banyak peta yang dibuat untuk berbagai keperluan. Peta-peta tersebut dapat dibagi menjadi banyak jenis peta. Jenis-jenis peta ini dibagi berdasarkan berbagai hal untuk memudahkan proses mempelajari pembacaan maupun pembuatan peta.
Jenis-jenis peta dapat dibagi berdasarkan isi, tujuan, bentuk, skala, keadaan objek, dan sumber datanya. Jenis peta menurut ICSM ada lima yaitu peta referensi umum, peta topografi, peta tematik, peta bagan/ chart navigasi, dan peta kadaster.
Mengetahui berbagai jenis peta sangat penting, agar bisa lebih memahami bagaimana produk geografi ini digunakan dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan keruangan. Di bawah ini bisa dibaca pembagian peta dan penjelasannya.
Jenis-jenis peta
Macam-macam peta dibagi berdasarkan beberapa hal, yaitu:
- Isi
- Skala
- Bentuk
- Keadaan objek
- Sumber data
Jenis peta berdasarkan isinya
Berdasarkan isinya, peta dapat dibagi menjadi:
- peta umum
- peta khusus.
Peta umum
Peta umum disebut juga dengan peta ikhtisar, sebuah peta yang menggambarkan semua hal yang ada pada satu wilayah, mulai dari jalan, gunung, danau dan lain sebagainya.
Peta jenis ini adalah peta yang menyediakan basis geografis dan memiliki alasan fungsional. Misalnya, peta kota akan dipertimbangkan “tujuan umum.”
Tujuan dari peta semacam itu adalah untuk menyediakan data referensi yang lengkap.
Beberapa peta tujuan umum yang paling rinci adalah peta topografi, yang menggambarkan lokasi dasar kenampakan medan di permukaan bumi, termasuk transportasi, hidrografi, kenampakan budaya, dan ketinggian.
Contoh dari peta jenis ini adalah Peta Rupa Bumi Indonesia yang diterbitkan oleh Bakosurtanal (sekarang BIG).
Selain peta topografi, ad juga peta korografi (chorographical map). Peta korografi adalah peta yang menggambarkan semua atau sebagian penampakan dari muka bumi dari sebuah daerah, misal provinsi atau negara. Umumnya, memiliki skala kecil dan sedang, mulai dari 1:250.000 hingga 1:1.000.000.
Peta khusus
Peta khusus atau peta tujuan khusus dibuat untuk menunjukkan distribusi suatu tema, seperti karakteristik kepadatan penduduk atau curah hujan
Sebagai visualisasi data yang bagus, peta khusus dapat dengan cepat menceritakan sebuah cerita tanpa perlu kata-kata.
Dengan mengambil data kompleks dan membuat visualisasi yang efektif di atas peta, pembaca peta dapat menafsirkan data lebih cepat dan lebih mudah daripada jika mereka melihat angka.
Jenis peta berdasarkan bentuknya
Berdasarkan bentuk atau medianya, peta dibagi menjadi tiga, yaitu
- Peta datar
- Peta timbul
- Peta digital
Peta datar
Peta datar adalah peta yang dibuat di atas bidang datar, contohnya peta di kanvas, kertas, kain, dan lain sebagainya.
Peta ini merupakan bentuk peta yang paling banyak ditemui.
Peta timbul
Jenis peta berdasarkan bentuk berikutnya adalah peta timbul. Sebuah peta yang digambar di atas permukaan bumi yang sebenarnya, contohnya peta relief yang digambarkan melalui media semen dan pasir.
Peta digital
Peta digital merupakan jenis peta yang dibuat dan ditampilkan dengan menggunakan komputer.
Dulu, peta-peta seperti ini hanya dapat dibuka menggunakan software khusus. Namun sekarang, perkembangan teknologi membuat peta jenis ini bisa dibuka di setiap komputer serta gadget seperti smartphone dan tablet.
Contoh dari peta digital yang dapat diakses publik dengan mudah adalah Google Map, Bing Map dan Apple Map.
Jenis peta berdasarkan skalanya
Berdasarkan skala petanya, peta dapat dibagi menjadi:
- Peta skala kecil
- Peta skala menengah
- Peta skala besar
- Peta skala sangat besar/ kadaster
Peta skala kecil
Peta skala kecil adalah peta yang dibuat untuk menggambarkan sebuah wilayah yang luas, contohnya saja peta negara Indonesia. Biasanya, peta skala kecil memiliki skala antara 1:500.000 hingga 1:1.000.000.
Peta skala menengah
Peta skala menengah digunakan untuk menampilkan penggambaran suatu wilayah yang berukuran agak luas, contohnya peta provinsi. Peta dengan skala menengah memiliki skala mulai dari 1:250.000 hingga 1:500.000.
Peta skala besar
Sedangkan peta skala besar digunakan untuk menggambarkan sebuah wilayah dengan ukuran yang relatif sempit, misalnya saja peta kabupaten. Peta semacam ini memiliki skala mulai dari 1:5.000 hingga 1:250.000.
Peta skala sangat besar
Terakhir ada peta skala sangat besar, yang juga disebut dengan peta kadaster. Peta ini digunakan untuk membuat peta dalam sertifikat pembuatan tanah, biasanya memiliki skala mulai dar 1:100 hingga 1:5.000.
Jenis peta berdasarkan keadaan objek
Peta juga diklasifikasikan berdasarkan keadaan objek, yaitu:
- Peta statis
- Peta dinamis
Peta stasioner/ peta statis
Pertama ada peta stasioner, yaitu peta yang menampilkan suatu permukaan bumi dengan sifat yang tetap dan stabil.
Peta statis dapat disampaikan dalam bentuk file digital (PNG, JPG, PDF) atau dicetak di atas kertas atau media lain.
Peta statis dibuat khusus untuk tujuan tertentu. Peta-peta stati diproduksi sekali dan dapat digunakan lagi dan lagi untuk tujuan peta itu dibuat.
Peta dinamis/ interaktif
Jenis peta berdasarkan keadaan objek berikutnya adalah peta dinamis, yaitu peta yang memungkinkan pengguna menampilkan objek permukaan bumi sesuai dengan kehendaknya, selama tools atau aplikasi petanya menyediakan.
Peta dinamis juga dikenal dengan peta interaktif. Melalui antarmuka, pengguna dapat mengganti tema dan visualisasi peta, mengubah skala peta, dan menampilkan daerah tertentu sesuai keinginannya.
Peta interaktif telah meledak dalam popularitas dalam dekade terakhir, dimulai dengan layanan seperti Mapquest dan Google Maps dan sekarang berkembang menjadi segudang aplikasi berbasis web dan seluler.
Jenis peta berdasarkan sumber data
Berdasarkan sumber datanya, peta dibagi menjadi dua, yaitu
- Peta induk/ dasar
- Peta turunan
Peta induk
Peta induk atau basic map merupakan peta yang dihasilkan secara langsung dari survei yang dilakukan di lapangan atau survey menggunakan sumber data primer lainnya, seperti citra atau foto udara.
Peta-peta ini biasanya juga digunakan untuk peta dasar untuk peta tematik.
Peta turunan
Peta turunan atau deriived map adalah sebuah peta yang dibuat berdasarkan peta yang ada sebelumnya.
Peta ini biasanya dibuat dengan menggunakan teknik GIS seperti teknik overlay peta maupun analisis spasial lainnya untuk menggabungkan dan mengolah informasi dari dua peta atau lebih.
Jenis peta menurut ICSM
Salah satu klasifikasi peta yang sering digunakan untuk referensi adalah tipe-tipe peta menurut ICSM (Intergovernmental Committee on Surveying and Mapping).
Menurut ICSM, ada lima jenis peta yang berbeda:
- Peta Referensi Umum,
- Peta Topografi,
- Peta Tematik,
- Peta Bagan Navigasi
- Peta dan Rencana Kadaster.
Peta Referensi Umum
Jika seorang awam ditanya mengenai peta, biasanya mereka akan mendeskripsikan peta referensi umum.
Peta referensi umum menampilkan banyak informasi dalam sebuah peta. Peta ini dirancang untuk memenuhi banyak tujuan, misalnya untuk membantu perjalanan dan memahami karakteristik suatu daerah secara umum.
Contoh dari peta referensi umum adalah peta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dibuat secara resmi oleh BIG.
Contoh lainnya adalah peta-peta yang muncul pada atlas dunia atau atlas Indonesia.
Peta Topografi
Peta topografi adalah peta yang menonjolkan informasi permukaan bumi, terutama menunjukkan ketinggian yang terperinci dengan garis kontur.
Contoh dari peta topografi adalah peta topografi buatan Jawatan Topografi Angkatan Darat, dan juga peta topografi buatan AMS.
Selengkapnya, silahkan baca di tulisan ini: Peta Topografi (Penjelasan Lengkap dan Jelas).
Peta Tematik
Berbeda dengan peta referensi dan peta topografi, peta tematik dirancang untuk menyoroti informasi tentang topik tertentu.
Peta tematik secara sepsifik memilih satu atau beberapa informasi untuk menjawab suatu tujuan pada topik tertentu.
Dalam peta tematik, informasi tematik atau informasi utama diutamakan, sedangkan informasi yang lainnya seringkali tidak ditampilkan.
Untuk lebih memahami mengenai peta tematik, silahkan baca artikel ini: Peta Tematik: Pengertian, Jenis, dan Contohnya.
Peta Bagan dan Peta Navigasi
Peta bagan (chart) atau peta navigasi adalah peta yang digunakan untuk keperluan navigasi, atau memahami area untuk melakukan perjalanan dari satu titik ke titik tertentu.
Untuk keperluan navigasi darat, peta topografi dapat digunakan. Jadi, peta topografi dapat pula masuk pada kategori peta navigasi.
Namun untuk keperluan navigasi laut dan udara, diperlukan suatu jenis peta navigasi yang berbeda. Peta-peta ini biasa disebut dengan peta Chart.
Silahkan baca selengkapnya di artikel ini: Peta Navigasi: Darat, Laut, dan Udara.
Peta Kadaster
Peta kadaster memperlihatkan area dengan jauh lebih spesifik, pada skala pemetaan yang sangat besar.
Peta kadaster memuat informasi mengenai batas-batas dan kepemilikan bidang-bidang tanah. Beberapa peta kadaster menunjukkan rincian tambahan, seperti nama distrik survei, nomor identifikasi unik untuk persil, hingga nomor sertifikat hak milik.
Penutup
Peta adalah salah satu wujud dari implementasi geografi yang mendeskripsikan dengan baik permukaan bumi dan kenampakan beserta fenomenanya. Hingga sekarang, telah ada jenis-jenis peta yang dibagi berdasarkan isi, bentuk, skala, keadaan objek, dan sumber data.
Jika ada pertanyaan atau diskusi setelah membaca artikel ini, silahkan tulis di kolom komentar di bawah.
Semoga artikel ini bermanfaat.

