Sejarah dan Perkembangan Kartografi dan Peta: Dulu, Kini, Nanti

Ingin paham mengenai sejarah dan perkembangan peta dan perkembangan kartografi di masa lalu, sekarang, dan masa depan? Kami jelaskan dengan lengkap di artikel ini.

Sejarah perkembangan peta dan perkembangan kartografi telah dimulai dari sejak tahun-tahun sebelum masehi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor pendorong perkembangan pembuatan peta dan bidang kartografi.

Sejarah definisi kartografi

Perkembangan kartografi telah menyebabkan adanya perubahan dan perkembangan dari definisi kartografi itu sendiri. Sebelum tahun 1960, Kartografi hanya didefinisikan sebagai pembuatan peta.

Akibat adanya kenyataan bahwa : 1) kartografi dikelompokkan menjadi kelompok ilmu pengetahuan dan komunikasi dan 2) hadirnya teknologi komputer, maka definisi tersebut diubah.

Kartografi kemudian ditambahkan sebagai penyampaian informasi geospasial dalam bentuk peta”.  Disini, kartografi telah berkembang, tidak hanya fokus dalam pembuatan peta, tetapi juga pada bagian penggunaan peta. Namun, dalam definisi tersebut, peta belum didefinisikan.

Menilik pada definisi sebelumnya, definisi peta perlu dilakukan.

Selanjutnya, peta didefinisikan sebagai suatu gambaran konvensional, sebagian besar dibuat atas bidang datar, yang menggambarkan fenomena nyata maupun abstrak dalam suatu ruang.

Tidak semua peta, dicetak dalam selembar kertas, bola bumi dan model relief dianggap sebagai sebuah peta.

Perkembangan computer meningkatkan proses dibidang pemetaan, terutama dengan munculnya Sistem Informasi Geografis (SIG). Perkembangan ini memunculkan definisi baru kartografi.

Kraak dan Ormeling selanjutnya  mendefinisikan: pembuatan data spasial yang dapat diakses, menekankan visualisasi, memungkinkan interaksi dengannya, yang berhubungan dengan masalah-masalah geospasial. Sedangkan peta didefinisikan sebagai :penyajian atau abstraksi kenyataan geografik, suatu alat untuk menyajikan informasi geografi dengan cara visual, digital, atau nyata.

Perkembangan kartografi selalu menggiring pada definisi-definisi baru terhadap kartografi itu sendiri. Jika ditilik ke belakang, sebenarnya perkembangan kartografi telah dimulai sejak ribuan atau ratusan tahun sebelum masehi.

sejarah kartografi

Periode perkembangan kartografi

Dalam perkembangannya, periode-periode perkembangan kartografi dapat dibagi manjadi periode-periode tertentu, yaitu:

  • Periode awal
  • Periode pertengahan
  • Periode kejayaan
  • Periode kartografi modern

Periode Awal

Perkembangan kartografi dimulai dengan pembuatan peta pertama kali, yang dibuat oleh bangsa Babilonia berupa lempengan berbentuk tablet dari tanah liat sekitar 2300 S.M.

Selain itu, pemetaan semakin maju pesat pada masa Yunani Kuno dimana pada saat itu, bumi berbentuk bulat telah muncul dan disepakati.

Periode ini ditandai oleh pembuatan peta dunia yang dibuat oleh Ptolemaus. Selain terdapat peta-peta kuno lain, seperti peta lembah dan delta sungai nil untuk menentukan besar pajak tanah (1333 SM).

Perkembangan kartografi di periode awal
Hasil rekonstruksi peta dunia buatan Ptolemeus. Sumber: Wikipedia.

Periode ini juga berkaitan dengan banyak munculnya teori model bentuk bumi. Erasthotenes (seorang Yunani Kuno) mencoba melakukan pengukuran terhadap geometri bumi, khususnya pada jari-jari bumi dan keliling.

Perhitungan dilakukan berdasarkan jarak antara Kota Syene dan Alexandria dengan sudut yang dibentuk kedua kota tersebut jika dihubungkan dengan pusat bumi. Hasil perhitungannya adalah keliling bumi = 46.250 km , hanya meleset 15% dari ukuran sebenarnya.

Meskipun hasilnya mendekati kebenaran, tetapi kemudian perhitungan dan asumsi yang digunakan mengandung kesalahan, karena pada kenyataannya bentuk bumi tidak bulat sempurna, melainkan agak elips.

Dalam prakteknya, teori ini masih digunakan untuk bentuk dasar pemetaan, disebut authalic sphere dengan ukuran jari-jari = 6376 km dan keliling = 40.030 km.

Periode Pertengahan

Pada periode ini,  peta-peta wilayah Eropa didominasi dengan cara pandang agama.  Peta-peta masih digambar dengan tangan, dan persebarannya masih terbatas.

Pusat-pusat agama menjadi titik tengah peta, missal kota Yerusalem pada peta TO.

Perkembangan kartografi periode pertengahan (medieval)
Peta T-O klasik buatan tahun 1300 oleh Hereford Cathedral dengan Kota Yerussalem sbagai titik pusatnya. Sumber: Wikimedia.

Periode Kejayaan

Periode kejayaan dalam perkembangan kartografi ditandai dengan penemuan alat pencetak peta pada abad 15. Percetakan dengan ukuiran kayu dan lempeng tembaga banyak digunakan pada periode ini.

Peta-peta pelayaran mulai banyak dicetak meskipun secara terbatas dan hanya digunakan oleh militer dan diplomasi sehingga disimpan sebagai dokumen negara.

Kemajuan peta pada abad 15-16 juga disebabkan oleh adanya eksplorasi-eksplorasi penjelajahan dunia seperti yang dilakukan Columbus.

Peta dunia mulai digambarkan secara benar pada periode ini, misal peta yang dibuat oleh Martin Waldseemüller di tahun 1507. Peta ini digunakan proyeksi Ptolemaic diperluas dan adalah peta pertama yang menggunakan nama Amerika.

Perkembangan kartografi di periode kejayaan (rennasaince)
Peta dunia yang dibuat oleh Waldseemuller. Credit: Andreas Schwarzkopf

Pada masa ini juga muncul peta yang dibuat oleh Mercator. Mercator membuat peta dengan proyeksi silinder untuk navigasi dan masih digunakan hingga sekarang. Dari proyeksi ini banyak jenis proyeksi-proyeksi lain yang selanjutnya diturunkan.

Periode Modern

Perioede modern merupakan masa di mana peta dibuat lebih akurat dengan metode-metode ilmiah. Perkembangan kartografi dan pembuatan peta semakin pesat dengan munculnya foto udara dan citra penginderaan jauh.

Munculnya komputer juga merupakan aspek penting dalam perkembangan kartografi.

Dengan munculnya komputer, masa kartografi digital dimulai.

Proses pembuatan peta, mulai dari pengumpulan data hingga simbolisasi menggunakan teknologik omputer. Dengan ini, selain memeprmudah proses reproduksi, kualitas visual peta juga meningkat.

Sistem informasi geografis (SIG) yang muncul akaibat perkembangan komputer juga berperan dalam kemajuan kartografi.

Melalui SIG, analisis peta-peta dan informasi untuk mendapatkan peta dan informasi yang beru manjadi semakin mudah. Kemajuan komputer juga diikuti dengan perkembangan internet, yang kemudian berpengaruh pada kemajuan kartografi, terutama pada fungsi peta sebagai alat komunikasi.

Peta-peta yang diunggah ke internet berbasis web kartografi (carto web) telah menjadi sarana yang sangat efisien untuk publikasi hasil pembuatan peta. Contoh dari ini misalnya adalah web Marine Traffic.

Selain web kartografi, muncul pula istilah cybercartography. Cybercartography adalah salah satu perkembangan terkini dari kartografi. Supaya tidak ketinggalan updatenya, silahkan baca selengkapnya artikel mengenai cybercartography.

Perkembangan kartografi saat ini

Perkembangan teknologi komputer dan teknologi informasi sangat mempengaruhi perkembangan kartografi saat ini.

Pengaruh perkembangan teknologi komputer terhadap kartografi antara lain:

  • Produksi peta yang lebih cepat
  • Proses update peta yang lebih cepat
  • Biaya produksi peta yang murah
  • Meningkatkan kenyamanan dalam proses membuat peta
  • Meningkatkan kualitas peta (kualitas data spasial, kualitas visualisasi, dll)
  • Terdapat fungsi untuk melakukan proses-proses yang dulu sangat sulit dilakukan (seperti dengan mudah mengganti proyeksi peta)
  • Proses belajar ilmu dan teknik membuat peta semakin mudah (belajar mandiri via internet)

Teknologi komputer yang semakin berkembang juga memicu banyak teknologi lainnya yang juga berpengaruh pada kartografi, yaitu

  • Sistem Informasi Geografis (SIG)
  • GPS
  • Internet
  • Smartphone
  • Big Data

Berikut perkembangan kartografi di masa kini menurut Geografi Kita:

Software Sistem informasi geografis

Perkembangan SIG membuat semua orang yang memiliki komputer sekarang dapat membuat peta. Hal ini dimudahkan pula dengan banyaknya software open source sepeti QGIS dan Saga GIS.

Selain itu, muncul pula banyak aplikasi pembuat peta yang sudah terotomasi dan memudahkan setiap orang dapat membuat peta, bahkan tanpa memiliki pengetahuan kartografi. Aplikasi seperti Google My Map, Visme, dan Mapme, adalah contohnya.

GPS

Selain GIS, teknologi yang sangat membantu proses pembuatan peta adalah Global Navigasi Satellite System (GNSS), dengan GPS sebagai aktor utamanya. Melalui teknologi ini, proses pengambilan data menjadi semakin cepat, mudah, dan akurat. Apalagi sekarang teknologi ini sudah terpasang dan dimanfaatkan dengan optimal di smartphone.

Kemudahan proses belajar

Proses belajar membuat peta juga bukan menjadi kendala, ketika semua orang melalui internet dapat belajar mandiri melalui website-website dan Youtube.

Crowdsourcing data

Masih terkait pengumpulan data, internet memungkinkan proses pengumpulan data dilakukan oleh banyak orang melalui skema citizen science. Melalui platform tertentu, setiap orang dapat berkontribusi dalam pengumpulan data yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai peta.

Pengguna semakin familiar dengan peta

Di masa sekarang, tampilan peta tematik dibuat dengan lebih sederhana.

Peta tematik dibuat dengan menonjolkan informasi tematiknya, dan mengurangi informasi terkait aspek spasial seperti akurasi geometriknya. Hal ini terjadi karena peta-peta semakin banyak dikenal dan orang-orang sudah sangat familiar dengan peta.

Contoh dari peta-peta ini adalah peta-peta dalam infografik peta yang banyak muncul di surat kabar dan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

perkembangan kartografi masa kini
Contoh peta sederhana yang banyak dibagikan di media sosial

Peta dibuat oleh siapa saja

Peta-peta tidak lagi diproduksi oleh kartografer. Seorang peneliti ekonomi atau ekologi bisa membuat peta mereka sendiri untuk menjelaskan penelitiannya.

Media peta yang semakin canggih

Melanjutkan tren sebelumnya, peta sekarang tidak hanya ditampilkan secara statik. Media digital seperti komputer dan smartphone memungkinkan peta dapat ditampilkan dengan media video, bukan hanya gambar saja.

Selain itu, banyak website yang kemudian menyediakan kemungkinan penggunanya untuk membuat peta sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam konteks ini, proses seleksi informasi dapat dilakukan oleh pengguna melalui query yang sangat mudah yang disebabkan oleh user interface yang sangat baik.

Big Data dan kartografi

Munculnya data science dan big data juga memunculkan kategori sendiri, yaitu spasial data science, dimana peta menjadi salah satu output utama.

Peta-peta tidak lagi dibuat menggunakan software GIS secara khusus, melainkan menggunakan bahasa pemrograman seperti R dan Phyton.

Peta-peta sekarang lebih banyak dibuat dengan melakukan summarise data yang luar biasa besarnya, dan lebih sedikit analisis data dilakukan. Biasanya, analisis dilakukan menggunakan geovisual analysis, yaitu dilakukan pada peta-peta hasil visualisasi data.

Jika dipandang dari sisi kartografi, sekarang kartografer memiliki tool baru untuk melakukan proses klasifikasi data, jika dibandingkan dengan metode kartografi konvensional.

Perkembangan kartografi di masa depan

Kartografi di masa depan masih akan melanjutkan trend perkembangan kartografi di masa sekarang.

Peta-peta akan semakin cepat, mudah, dan murah untuk diproduksi. Produksi peta juga dapat dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh orang awam sekalipun.

Perkembangan kartografi di masa depan akan berfokus pada peningkatan kecepatan pembuatan produk peta, peningkatan otomasi proses kartografi (misal generalisasi dan klasifikasi) melalui machine learning dan artificial intelegence, serta peningkatan kemampuan dalam meng-handle big data.

Bagaimana pembuatan peta sebelum ada kartografi?

Pertanyaan ini sulit dijawab karena peta merupakan produk dari kartografi. Artinya, selama ada peta yang dibuat, maka kita bisa artikan bahwa saat itulah kartografi ditemukan. Hanya mungkin saja kartografi masih berupa kumpulan skill dan pengetahuan dan belum tersusun secara sistematis menjadi sebuah ilmu (science).

Sebagai contoh, salah satu peta tertua di dunia, Imago Mundi dibuat pada tahun 600 tahun Sebelum Masehi. Peta ini dibuat menggunakan media tanah. Daerah yang dipetakan merupakan area yang sempit, yaitu area Babilonia. Penggambaran kenampakannya masih sangat umum dan tidak detil. Selain itu, aspek skala masih tidak dapat tergambarkan dengan baik.

Imago mundi, peta tertua di dunia. Credit: geekydementia

Kesimpulan

Perkembangan ilmu kartografi telah menyebabkan adanya perubahan dan perkembangan dari definisi kartografi itu sendiri. Perkembangan kartografi selalu menggiring pada definisi-definisi baru terhadap kartografi

Dalam perkembangannya, periode-periode perkembangan kartografi dapat dibagi manjadi periode-periode tertentu, yaitu:

  • Periode awal
  • Periode pertengahan
  • Periode kejayaan
  • Periode kartografi modern

Perkembangan kartografi sangat dipengaruhi oleh perkembangan komputer, khususnya perkembangan terkait teknologi informasi.

Saddam Hussein
Saddam Hussein
Articles: 137

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link QQ88

Daftar QQ88

QQ88

slot gacor terbaru

QQ88