Pelajari Probability Sampling dan Non Probability Sampling dalam Statistika

Jika membahas mengenai pengambilan sampel atau sampling, kita akan menemui dua jenis teknik sampling, yaitu Probability Sampling dan Non Probability Sampling.

Probability sampling adalah teknik sampling yang di mana setiap individu dalam populasi memiliki peluang untuk terpilih. Contoh dari teknik ini adalah simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, dan systematic sampling.

Sedangkan non probability sampling merupakan teknik sampling di mana tidak setiap individu dalam populasi memiliki peluang untuk terpilih. Contohnya antara lain purposive sampling, convenience sampling, voluntary response sampling dan snowball sampling.

Perbedaan antara probability sampling dan non probability sampling terletak pada pengertiannya, dasar pemilihan sampel, proses sampling, peluang terseleksi, kapan digunakan, keterwakilan sampel, waktu yang dibutuhkan, penggunaan hipotesis dan hasil penelitiannya

Pengertian probability sampling

Probability sampling adalah teknik sampling yang di mana setiap individu dalam populasi memiliki peluang untuk terpilih. Artinya, peluang setiap anggota populasi untuk terpilih adalah lebih dari nol (non zero) dan nilai peluangnya diketahui.

Probability sampling juga sering disebut dengan random sampling, dan dalam Bahasa Indonesia disebut metode pengambilan sampel probabilitas.

Teknik probability sampling ini biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif.

probability sampling adalah
Probability sampling. Sumber: Mike Haupt

Probability sampling menggunakan metode pemilihan sampel secara acak (random) berdasarkan teori probabilitas. Metode pengambilan sampel ini mempertimbangkan setiap anggota populasi dan membentuk sampel berdasarkan proses pengambilan sampel yang tetap.

Misalnya, dalam populasi  yang memiliki 1000 anggota, setiap anggota akan memiliki peluang yang sama, yaitu sebesar 1/1000 untuk dipilih menjadi bagian dari sampel.

Jika kita ingin menghasilkan hasil yang mewakili seluruh populasi, maka teknik probability sampling adalah pilihan yang paling valid.

Pengambilan sampel menggunakan probability sampling menghilangkan bias dalam populasi dengan memberikan semua anggota kesempatan yang adil untuk dimasukkan dalam sampel.

Keunggulan probability sampling

Ada beberapa kelebihan dari probability sampling:

  • Mengurangi bias sampel
  • Mengatasi populasi yang beragam
  • Membuat sample yang akurat
  • Hasil penelitian lebih reliable
  • Dapat digunakan untuk membuat kesimpulan dari populasi

Mengurangi Bias Sampel

Dengan menggunakan metode probability sampling, bias dalam sampel yang berasal dari suatu populasi dapat diabaikan hingga tidak ada.

Pemilihan sampel terutama menggambarkan pemahaman dan kesimpulan peneliti.

Pengambilan sampel probabilitas mengarah pada pengumpulan data yang lebih berkualitas karena sampel secara tepat mewakili populasi.

Untuk lebih memahami materi ini, saya menyarankan untuk membaca materi mengenai bias sampling ini.

Mengatasi populasi yang beragam

Ketika populasi sangat besar dan beragam, penting untuk memiliki representasi yang memadai sehingga data tidak condong ke satu kriteria atau kelompok tertentu.

Misalnya, suatu pemerintah kabupaten ingin memahami tingkat pendapatan warganya. Dengan menggunakan teknik probability sampling, maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini akan dapat mewakili pendapatan dari berbagai tingkat pendapatan dan berbagai jenis profesi.

Membuat sampel yang akurat

Teknik probability sampling dapat membantu kita untuk merencanakan dan membuat sampel yang akurat.

Hasil penelitian yang reliable

Dengan menggunakan data sampel yang akurat, hasil analisis dan kesimpulan dari penelitian yang kita lakukan akan semakin kuat dan dapat dipercaya.

Selain itu, kekuatan hasil penelitian dapat didukung dari hasil uji hipotesis dan uji statistik, ataupun metode pengukuran statistik lainnya.

Membuat kesimpulan untuk populasi

Sampel yang digunakan mewakili populasi, dan kita dapat mengukur biasnya. Sehingga, kesimpulan yang didapatkan dari analisis menggunakan sampel dapat kita aplikasikan terhadap seluruh populasi.

Kelemahan probability sampling

Selain memiliki keunggulan, probability sampling juga memiliki kelemahan. Kelemahan tersebut di antaranya:

  • Memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi daripada non probability sampling
  • Membutuhkan waktu yang lebih banyak
  • Biasanya membutuhkan biaya yang lebih mahal

Tingkat kerumitan yang lebih tinggi

Probability sampling dilakukan berdasarkan teori probabilitas, dengan teknik pengambilan sampling yang tetap.

Hal ini memiliki konsekuensi bahwa, jika kita akan menggunakan teknik probability sampling tertentu, kita harus dapat benar-benar menguasai bagaimana teknik tersebut bekerja dan dapat menghitung atau memperkirakan probabilitas setiap anggota populasi untuk terpilih.

Waktu dan biaya yang lebih banyak

Karena menggunakan kriteria yang tetap dan jumlah populasi sebelumnya harus dapat diketahui atau diperkirakan, probability sampling membutuhkan waktu dan biaya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan non probability sampling.

Jenis probability sampling

Jenis-jenis probability sampling di antaranya:

  • Simple random sampling
  • Stratified random sampling
  • Cluster sampling
  • Systematic sampling

Jika membutuhkan penjelasan yang lebih lengkap dan detil, silahkan baca artikel ini: Teknik Pengambilan Sampel.

Pengertian non probability sampling

Non probability sampling adalah teknik sampling yang di mana tidak setiap individu dalam populasi memiliki peluang untuk terpilih.

Probability sampling juga sering disebut dengan non random sampling, dan dalam Bahasa Indonesia disebut metode pengambilan sampel non probabilitas.

Teknik pengambilan sampel ini lebih mudah dan lebih murah untuk dilakukan, tetapi memiliki risiko bias pengambilan sampel yang lebih tinggi.

Artinya, kesimpulan yang dapat kita buat tentang populasi menjadi lebih lemah jika dibandingkan dengan sampel probabilitas. Jika kita menggunakan non probability sampling, kita harus selalu tetap berusaha membuatnya se-representatif mungkin untuk mewakili populasi.

Non probability sampling adalah
Non probability sampling. Sumber: Anna Tarazevich

Teknik sampling non-probabilitas sering digunakan dalam penelitian eksplorasi dan kualitatif.

Dalam jenis penelitian ini, tujuannya bukan untuk menguji hipotesis tentang populasi yang luas, tetapi untuk mengembangkan pemahaman awal tentang populasi kecil atau yang kurang diteliti.

Dalam non-probability sampling, kita memilih sampel untuk penelitian dengan proses seleksi yang tidak tetap atau telah ditentukan sebelumnya.

Dalam banyak keadaan, hasil survei yang dilakukan dengan non probability sampling sangat mungkin mengarah pada hasil yang tidak tepat, dan mungkin tidak mewakili populasi yang diinginkan.

Namun, ada situasi di mana pengambilan sampel non-probabilitas akan jauh lebih berguna daripada probabilty sampling, seperti tahap awal penelitian atau ketika ada kendala biaya untuk melakukan penelitian.

Keunggulan non-probability sampling

Non-probability sampling memiliki keunggulan digunakan untuk:

  • Membuat hipotesis
  • Penelitian eksploratori
  • Populasi sangat kecil atau tidak diketahui
  • Budget dan waktu yang terbatas

Membuat hipotesis

Peneliti menggunakan metode pengambilan sampel non-probabilitas untuk membuat asumsi ketika terbatas pada tidak ada informasi sebelumnya yang tersedia.

Metode ini membantu pengembalian data dengan segera dan membangun dasar untuk penelitian lebih lanjut.

Penelitian eksplorasi

Peneliti menggunakan teknik sampling ini secara luas ketika melakukan penelitian kualitatif, studi percontohan, atau penelitian eksplorasi.

Populasi kecil atau tidak diketahui

Salah satu syarat penggunaan probability sampling adalah populasi harus diketahui terlebih dahulu. Jika populasi target penelitian kita tidak diketahui (misal, terkait penyintas kekerasan seksual), maka non probability sampling lebih baik untuk digunakan.

Selain itu, ada beberapa tipe probability sampling yang mensyaratkan ukuran populasi, sehingga untuk populasi yang kecil, non probability sampling biasanya lebih sesuai untuk digunakan.

Budget and waktu yang terbatas

Ketika ada kendala anggaran dan waktu, dan beberapa data awal harus dikumpulkan, kita dapat menggunakan non probability sampling.

Karena desain survei tidak kaku, kita lebih mudah untuk, misalnya, memilih responden secara acak dan meminta mereka mengikuti survei atau kuesioner.

Kelemahan non probability sampling

Berikut ini adalah beberapa kelemahan dari metode non probability sampling:

  • Keterwakilan populasi tidak diketahui
  • Sulit untuk memperkirakan bias sampel
  • Hasil penelitian tidak dapat diukur tingkat kepercayaannya
  • Tidak dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan dari populasi

Keterwakilan populasi tidak diketahui

Salah satu kelemahan terbesar dari non probability sampling adalah hasil samplingnya tidak dapat kita ukur keterwakilannya. Kita tidak dapat mengetahui seberapa baik sampel kita mewakili populasi. Bahkan biasanya sampelnya tidak mewakili keseluruhan populasi.

Bias sampel tidak bisa diperkirakan

Karena ukuran populasi sebenarnya tidak diketahui, maka memperkirakan atau menghitung bias sampel tidak dapat dilakukan. Sehingga, peneliti harus berhati-hati terhadap kesimpulan atau hasil penelitiannya.

Hasil penelitian tidak dapat diukur tingkat kepercayaannya

Sampel yang terkumpul dari proses non probability sampling biasanya tidak dapat digunakan untuk diuji secara statistik, seperti pengukuran confidence interval atau pengukuran yang lainnya.

Tidak untuk mengambil kesimpulan terhadap populasi

Konsekuensi dari tingkat keterwakilan sampel adalah bahwa kesimpulan dari kajian atau penelitian dengan menggunakan non probability sampling tidak dapat secara langsung diaplikasikan kepada seluruh populasi. Maka, kita harus lebih berhati-hati memperlakukan dan menyajikan hasil penelitian kita.

Jenis non probability sampling

Jenis-jenis non probability sampling di antaranya:

  • Purposive sampling
  • Convenience sampling
  • Voluntary response sampling
  • Snowball sampling
  • Judgemental sampling
  • Quota sampling
  • Expert sampling

Jika membutuhkan penjelasan yang lebih lengkap dan detil mengenai setiap metode sampling di atas, silahkan baca artikel ini: Teknik Pengambilan Sampel.

Perbedaan probability sampling dan non-probability sampling

Untuk merangkum seluruh diskusi, berikut perbedaan antara metode pengambilan sampel probability sampling dan metode non-probability sampling.

Faktor pembedaProbability samplingNon probability sampling
Nama lainRandom sampling, pengumpulan sampel probabilitasNon random sampling, pengumpulan sampel non probabilitas
Dasar pemilihan sampelAcak (random), berdasarkan teori probabilitasTidak acak (non random), berdasarkan pilihan subjectif peneliti
Proses samplingMenggunakan tahapan yang tetap, kaku dengan kriteria yang didefinisikan sebelumnya.Proses yang tidak tetap, dan pemilihan bersifat lebih lunak atau fleksibel.
PopulasiPopulasi diketahui sejak awalPopulasi tidak diketahui
Peluang anggota populasi untuk terpilihDiketahui, lebih dari nolTidak diketahui, ada anggota populasi yang memiliki peluang nol untuk terpilih
Penggunaan dalam penelitianKuantitatifKualitatif dan eksploratif
KeterwakilanRepresentatif, sampel mewakili keseluruhan anggota populasiKurang representatif, sampel biasanya skewed, tidak mewakili keseluruhan populasi
Waktu yang dibutuhkanMembutuhkan waktu yang lebih lamaMembutuhkan waktu yang lebih cepat
Penggunaan hipotesisHipotesis sebagai dasar pemilihan sampel. Hipotesis dulu, sampling kemudianTidak menggunakan dasar hipotesis, malah digunakan untuk membuat hipotesis. Sampling dulu, hipotesis kemudian
HasilHasil penelitian merupakan kesimpulan yang konklusif dan tidak bias (karena sampel tidak bias)Karena sampelnya bias, maka kesimpulannya akan spekulatif.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, telah dijelaskan teknik probability sampling dan non probability sampling, meliputi pengertian, keunggulan, kelemahan, serta jenis-jenisnya.

Dijelaskan pula perbedaan di antara keduanya, meliputi perbedaan dalam hal dasar pemilihan sampel, proses sampling, peluang terseleksi, kapan digunakan, keterwakilan sampel, waktu yng dibutuhkan, penggunaan hipotesis dan hasil penelitiannya.

Saddam Hussein
Saddam Hussein
Articles: 137

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link QQ88

Daftar QQ88

QQ88

slot gacor terbaru

QQ88