Site icon Saddam.id

Proyeksi UTM: pengertian, karakteristik dan penjelasannya

Proyeksi Universal Transverse Mercator atau proyeksi UTM merupakan sistem proyeksi favorit yang paling sering dipakai pembuat peta di Indonesia. Mengapa proyeksi UTM bisa begitu populer? Kita akan bahas proyeksi UTM secara lengkap di artikel ini.

Proyeksi UTM atau proyeksi Universal Transverse Mercator adalah sistem proyeksi silinder transversal conform, yang berarti proyeksi ini menggunakan bidang proyeksi yang berupa silinder yang memotong tegak lurus dengan sumbu bumi, dengan sifat distorsinya conform.

Apa itu Proyeksi UTM?

Proyeksi peta bertujuan untuk memperkecil distorsi peta ketika ada perubahan dari permukaan bumi sebenarnya yang berwujud lengkung, menjadi peta pada bidang datar.

Proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM) merupakan salah satu jenis dari proyeksi silinder transversal conform, yang berarti proyeksi ini menggunakan bidang proyeksi yang berupa silinder yang memotong tegak lurus dengan sumbu bumi, dengan sifat distorsinya conform.

Proyeksi UTM merupakan salah satu sistem proyeksi yang sangat populer dan sangat sering digunakan oleh pembuat peta di Indonesia.

Karakteristik Proyeksi UTM

Proyeksi UTM merupakan proyeksi silindris, yaitu menggunakan bidang proyeksi berupa silinder.

Jika dilihat dari sudut bidang proyeksinya, proyeksi UTM merupakan proyeksi transversal. Artinya, bidang proyeksi yang berupa silinder ini tegak lurus dengan sumbu bumi.

Jika dilihat dari sifat yang dipertahankan, maka proyeksi UTM termasuk jenis yang mempertahankan bentuk daerahnya, atau memiliki sifat distorisi conform.

Proyeksi UTM merupakan jenis proyeksi yang bidangnya secantial yaitu memotong bola bumi di dua buah meridian.

Lihat sketsa gambar proyeksi UTM di bawah ini.

Ilustrasi proyeksi UTM

Dalam satu kali putaran, proyeksi UTM mampu memetakan daerah yang lebarnya 6°. Sehingga karena bidang proyeksi menyentuh 2 sisi bidang bumi, maka proyeksi dapat selesai dalam 30 kali putaran.

Dua buah meridian yang menyentuh bidang proyeksi disebut sebagai meridian standar. Pada garis meridian perpotongan ini, faktor skala bernilai 1 karena hanya mengalami sedikit distorsi.

Untuk meridian tengah nilai faktor skalanya 0,9996 karena nyaris tidak mengalami distorsi.

Untuk memperkecil distorsi yang terjadi, maka digunakanlah faktor skala. Semakin jauh dari garis meridian yang mempunyai faktor skala 1, yaitu meridian yang memotong bola bumi, maka distorsi akan semakin besar.

Daerah ini akan  membutuhkan faktor skala lebih dari 1 untuk mengurangi distorsi, sehingga tidak akan terjadi pembesaran jarak pada peta dari jarak yang seharusnya sesuai dengan skala yang digunakan.

Dengan sifatnya yang seperti itu, proyeksi UTM dapat memproyeksikan daerah ekuator tanpa atau hanya sedikit mengalami distorsi, namun tidak terlalu baik menggambarkan daerah kutub dan lintang sedang karena akan mengalami banyak distorsi.

Pembagian zona proyeksi UTM

Pembagian zona proyeksi UTM membagi bumi menjadi 60 zona.

Pembagian zona UTM dunia

Tiap zona memiliki lebar (meridian) 6º dan panjang (paralel) 8º (kecuali pada lintang 72° LU dan 84° LU dimana panjang zona bernilai 12° lintang) dan setiap zona memiliki meridian tengah sendiri.

Pembagian zone dimulai dari 180° BB ke arah timur hingga 180° BT , secara berurutan zone diberi nomor 1-60.

Sedangkan batas atas bawahnya adalah 84° LU- 80° LS, secara berurutan di beri nama dari C-X. Huruf I dan O tidak digunakan sebab akan mirip dengan angka 1 dan 0 (nol), sedangkan huruf A,B,Y dan Z tidak digunakan sebab sudah digunakan untuk membagi bumi menjadi 4 kuadran.

Pada banyak software pemetaan, termasuk ArcGIS, pembagian zona UTM hanya dibedakan menjadi zona utara (N) dan zona selatan (S), yang mengacu pada letak area tersebut relatif terhadap garis ekuator.

Indonesia sendiri terbagi menjadi 18 zona UTM.

Pembagian zona UTM Indonesia. Sumber: Archysig

Untuk menghindari nilai koordinat yang negatif maka setiap zone UTM memiliki sistem koordinat sendiri-sendiri dengan titik nol pada perpotongan antara meridian sentral dengan ekuator.

Meridian tengah  diberi nilai awal absis (x) 500.000 meter.

Untuk zone yang terletak dibagian selatan equator (LS), equator diberi nilai awal ordinat (y) 10.000 meter, sedangkan untuk zone yang terletak di bagian utara equator (LU), equator tetap memilki nilai ordinat 0 m.

Dengan demikian, tidak akan ditemui koordinat yang negatif.

Kelebihan proyeksi UTM

Proyeksi UTM ini memiliki kelebihan antara lain:

Kekurangan proyeksi UTM

Kelemahan proyeksi ini adalah tidak dapat menggambarkan daerah kutub karena batas paralel tepi atas dan tepi bawah adalah 84°  U dan 80°  S, sehingga daerah kutub tidak dapat dipetakan.

Mengapa Proyeksi UTM sering digunakan?

Pembuatan peta tidak akan lepas dengan hal proyeksi peta. Terdapat banyak sistem proyeksi yang digunakan. Salah satu proyeksi yang cukup sering dijumpai adalah proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM).

Mengapa proyeksi UTM sangat sering digunakan di Indonesia?

Hal ini dapat terjadi karena proyeksi UTM proyeksi UTM mampu memetakan daerah ekuator dengan baik, maka pemetaan di Indonesia banyak menggunakan proyeksi ini.

Selain itu, proyeksi ini dapat memetakan Indonesia dalam satu lembar peta dengan menggunakan satu jenis proyeksi saja.

Peta topografi resmi yang diterbitkan oleh negara melalui BIG, yaitu peta RBI, juga menggunakan sistem koordinat UTM di dalamnya.

Penutup

Melalui artikel ini, kita sama-sama belajar mengenai apa itu Proyeksi UTM, termasuk karakteristiknya, pembagian zonanya, kelebihan dan kekurangannya, serta mengapa sistem proyeksi ini bisa sangat populer di Indonesia.

Sedikit merangkum kembali, proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM) merupakan salah satu jenis dari proyeksi silinder transversal conform, yang berarti proyeksi ini menggunakan bidang proyeksi yang berupa silinder yang memotong tegak lurus dengan sumbu bumi, dengan sifat distorsinya conform.

Proyeksi UTM merupakan salah satu sistem proyeksi yang sangat populer dan sangat sering digunakan oleh pembuat peta di Indonesia.

Jika ada pertanyaan ataupun diskusi, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar di bawah ini.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Exit mobile version