Tulisan ini memang agak telat. Tapi tak apa lah ya.
Mohon maaf kalau banyak istilah teknis, tanpa penjelasan. Tulisan ini juga buat pembaca yang familiar dengan FPL saja. Terutama juga sebenarnya karena tulisan ini saya tulis buat jadi pengingat untuk saya sendiri.
Dengan bergulirnya Liga Inggris musim 2025/2026, mulailah pula perjuangan saya di gim Fantasy Premier League.
Saya sebut ini perjuangan karena memang saya memperlakukan hal ini dengan sangat serius.
Di musim kesepuluh saya bermain ini, saya bertekad bisa kembali memperbaiki ranking. Baik ranking global, maupun nasional.
Sebagai modal untuk musim ini, saya menengok pencapaian saya musim lalu, dan beberapa musim sebelumnya.
All Time Rank
Kita mulai dari rangking sepanjang masa.
Di sini saya boleh berbangga.
Saya masih masuk ke ranking Top 10K, ranking yang sering menjadi ambang batas untuk menentukan top player dengan medioker.
Di musim kemarin, 2024/2025, saya berakhir di rangking 72.983.
Dengan pencapaian ini, saya berhasil duduk diperingkat 6.811 all time global, naik hampir 3000 an posisi dari musim sebelumnya. Dengan total pemain hingga 9 juta orang setiap tahunnya, saya masuk ke dalam Top 0.1%. Dan ini, bagi saya setidaknya, adalah pencapaian serius.
Sedangkan di posisi nasional, saya kembali mendekati posisi 50 besar sepanjang masa, setelah sempat terlempar keluar di musim 2023/2024.
Untuk ini, saya menargetkan posisi 10 besar dalam dua atau tiga musim mendatang.


Performa di Liga Lainnya
Selain ranking nasional dan global, ada beberapa liga yang penting dan saya prioritaskan.
Pertama, Liga Geosukasuka.
Liga dengan peserta alumni kampus ini tetap menjadi prioritas. Saya kembali menjadi juara di musim 2024/2025. Saya tetap konsisten di liga ini dengan selalu menjadi juara atau duduk di posisi runner up sejak 6 atau 7 musim terakhir.
Kedua, Liga Bogor Premier League (BPL).
Ini musim pertama saya di Liga yang merupakan kasta tertinggi komunitas KoFPLI Bogor ini, setelah di musim sebelumnya saya berhasil menjadi runner up di liga kasta kedua.
Di musim pertama ini, saya langsung gas dan nangkring di posisi 4 di akhir musim, dan kembali lolos menjadi salah satu wakil Bogor di kompetisi nasional.
Ketiga, KoFPLI Nation League.
Liga ini merupakan liga nasional yang mempertemukan setiap komunitas daerah yang diwakili 10 anggota dari setiap komunitas.
Sayangnya, di liga ini pencapaian kami medioker dengan bahkan tidak masuk 10 besar.
Pencapaian menggembirakan lain, saya berhasil menempati posisi pertama BPL di tengah musim. Hal ini membuat saya menjadi satu dari dua wakil Bogor di Liga Champion KoFPLI. Dengan sistem Head to Head, saya berhasil lolos hingga putaran kedua atau ketiga. Saya lupa. Tapi memang ini bagi saya hanyalah bonus saja.
Performa dari minggu ke minggu
Sekarang mari kita lihat grafik di bawah ini dan membahasnya satu per satu.

Setelah mengawali musim dengan terseok-seok, saya berhasil naik rangking secara drastis di Gameweek (GW) 3, dan kembali mengalami kenaikan signifikan di periode GW 6-GW 9.
Sayangnya, setelah itu, rangking saya stuck. Hanya mengalami sedikit naik turun yang tidak berarti. Penggunaan chip Wildcard yang pertama justru malah membuat rangking semakin turun, sebelum bisa recover kembali di di GW 27 berkat chip Assistant Manager (thanks Oliver Glasnerr!!!).
Penggunaan Chip
Ada dua metrik yang saya gunakan untuk mengukur kesuksean penggunaan chip.
Pertama adalah total gameweek point, dan kedua adalah rank change di gameweek saat chip digunakan. Khusus untuk penggunaan Wildcard, rank change saya ukur selama 5 gameweek berikutnya. Sedangkan Assistant Manager, saya gunakan periode 3 gameweek.
Dengan menggunakan dua metrik ini, saya hampir gagal di semua penggunaan chip.
Sebagai sebuah konteks, nilai rata-rata poin setiap GW adalah 67.4.
Meskipun mendapatkan poin besar saat aktivasi chip Triple Captain (TC) yaitu sebesar 100 poin, nyatanya rangking hanya naik sedikit dari sekitar 336k ke 309k.
Penggunaan chip Bench Boost mirip-mirip. Saya hanya mendapatkan poin 72, dan rangking naik dikit dari 154k ke 149k.
Sebaliknya, aktivasi chip Freehit memberikan pengaruh kenaikan rangking dari 149k ke 102k, meskipun mendapatkan GW poin yang lebih kecil dari TC yaitu hanya sebesar 93 poin.
Wildcard (WC) saya yang pertama bisa jadi merupakan WC terburuk selama karir saya di FPL. Bagaimana tidak? Bukannya menaikkan rangking, malah menurunkan dengan sangat signifikan. Dari rangking 127k di GW 18, rangking di GW 24 (5 GW setelah mengaktifkan WC di GW 19) malah turun jadi 336k.
WC kedua lebih sulit dinilai karena diikuti dengan aktivasi Bench Boost (BB) dan FreeHit (FH). Meskipun ada kenaikan rangking dari 159k di GW 30 ke rangking 122k di GW 35, itu masih tidak berhasil dalam standar saya.
Satu-satunya penggunakan chip yang bisa dikatakan sukses adalah Assistant Manager (AM). Penggunaan chip di GW 26 ini berhasil menaikkan rangking saya secara signifikan yaitu rangking 309k di GW 25 menjadi 114k di GW 28. Di grafik pun terlihat perubahan rangkingnya.
Pemilihan Captain
Jika kamu main FPL juga, pasti kamu tahu bahwa perolehan poin dari kapten memberikan pengaruh signifikan.
Sayangnya, di musim 2024/2025 ini success rate saya dalam pemilihan kapten tim hanya 66% saja.
Sepanjang musim, saya mendapatkan 686 points dengan rata-rata 18 point/gw. Dengan kondisi ini, perolehan poin dari kapten berkontribusi sebanyak 28% dari total poin.
Melihat fakta ini, sebenarnya perolehan poin total dari kapten tidak jelek-jelek amat. Hanya saya tetap kecewa dengan angka success rate nya.

Perbandingan dengan musim-musim sebelumnya
Musim 2024/2025 termasuk musim yang OK saja.
Tetapi, saya masih bersyukur bisa melanjutkan tren positif setelah jatuh cukup dalam di musin 2023/24. Musim itu menjadi musim terburuk saya jika saya tidak mengikutkan musim pertama, yang saya anggap masih coba-coba.
Jika melihat tren, sepertinya memang persaingan setiap musim semakin ketat saja.
Hal ini bisa dilihat dari perbandingan Total Points dan Rank.
Misal di musim 2020/21, dengan total poin 2.398 saya menempati rank 90.882. Sedangkan di musim 2022/23, dengan total poin lebih tinggi (2.453) saya mendapatkan rank yang tiga kali lebih rendah (353,248).
Jika melihat dari sisi total poin saja, tren kenaikan setiap tahun dapat terlihat. Meskipun demikian, kenaikan setiap tahun ini tidaklah cukup.
Karena sesuai jargon pada umumnya, the only thing that matter is the rank at the end of the season.

Beberapa pelajaran
Beberapa pelajaran yang bisa saya ambil di musim ini adalah:
Hati-hati dengan deadline
Saya ingat, setidaknya dua atau tiga kali kelewat deadline. Penyebab utamanya adalah banyaknya pekerjaan di hari Jumat, dan tidak sempat pegang FPL di hari Sabtu.
Saya memang cenderung atur formasi mendekati deadline. Ini sepertinya perlu diubah. Misalnya dengan melakukan jadwal cek dan planning formasi di hari Rabu, untuk selanjutnya lakukan transfer di Jumat malam, jika dibutuhkan.
Wildcard pertama tidak perlu disimpan sampai GW 18
Saya sempat beberapa kali ingin sekali aktifkan WC sebelum GW 18. Tapi entah mengapa, pendekatan ortodok saya masih membuat menahan WC sampai akhir paruh musim pertama.
Besok lagi tak perlu begini, ya!
Pemilihan kapten
Musim lalu, success rate pemilihan kapten saya medioker.
Musim ini dan berikutnya, seprtinya saya perlu lebih konservatif dan jeli dalam memilih kapten.
Selain itu, perdebatan klasik form vs fixture perlu disikapi lebih baik lagi. Gunakan pendekatan “form” untuk pemain top saja.
Punya beberapa pilihan kapten akan membantu, dan jangan selalu terpaku pada nama besar.
Buat perencanaan transfer 3–5 GW
Ini yang sudah banyak saya tinggalkan selama beberapa musim terakhir.
Ingat, gagal merangcang = merancang kegagalan.
Jangan selalu ikuti kreator
Sekarang semakin banyak kreator konten (dan saya juga semakin sering menontonnya!).
Gunakan informasi dari mereka sebagai data, bukan untuk langsung ditiru.
Banyak-banyak nonton bola
Saya merasa Eye Test saya lumayan (dan terbukti di musim 2021/22).
Jadi, banyak tonton pertandingan dan lakukan “scouting” sendiri.
Kesimpulan
Sekali lagi, musim 2024/25 bisa dikatakan musim yang lumayan.
Meski kecewa karena sebenarnya masih bisa lebih baik lagi, saya tetap senang bisa masuk top 100k dan melanjutkan tren positif.
Jika kembali melihat all time rank baik global dan nasional, saya jadi lebih sumringah lagi.
Pemilihan kapten dan penggunaan chip masih bisa ditingkatkan lagi. Dan kembali, jangan sampai kelewat deadline lagi.
Musim ini, target tinggi sudah saya tetapkan, dan siap untuk mengejar dan mencapainya.



