Apa Itu Toponimi: Pengertian, Pemetaan, dan Survei

Toponimi memiliki arti penting dalam proses pemetaan. Apa itu toponimi dan toponim? Simak penjelasan di bawah ini.

Toponimi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang penamaan tempat, yang meliputi aspek sejarah, arti, dan tipologi.

Apa itu toponimi?

Toponimi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang penamaan tempat (toponym), yang meliputi aspek sejarah, arti, dan tipologi ( penulisan/spelling dan pengucapan pronouncecion (Ticlear, 2003). Toponimi berasal dari dua bahasa Yunani yaitu topos yang artinya tempat dan onama yang berarti nama.

Sedangkan toponim dapat diartikan sebagai penamaan tempat atau objek geografi. Toponim dilekatkan pada unsur alami maupun buatan manusia.

Toponim atau Nama-nama geografis diberilkan untuk semua kenampakan alami maupun buatan manusia, sebgai berikut :

Kenampakan alami, meliputi obyek yang ada di darat, laut ,maupun dasar laut, misalnya:

  • Sungai
  • Laut
  • Samudera
  • Gunung
  • Lembah
  • Teluk
  • Tanjung
  • Palung
  • Pulau

Kenampakan buatan manusia seperti

  • Infrastruktur: Bandara, pelabuhan, jembatan, terowongan, jalan
  • Permukiman, perumahan, real estate
  • Perkebunan, pertambangan, daerah konsensi minyak
  • Daerah koservasi dan kawasan lindung
  • Daerah adminitratif; provinsi,kabupaten, kecamatan, desa

Generic Name Dan Specific Name

Nama-nama geografi terdiri dari dua bagian,yaitu

  • generic name ( nama generik, penamaan sesuai dengan bentuk obyek)
  • specific name ( nama spesifik, nama sebenarnya yang melekat pada obyek tersebut).

Contoh: Gunung Merapi

Gunung merupakan generic name yang menerangkan obyek tersebut memiliki bentuk gunung

Merapi adalah spesifik name atau nama asli yang diberikan oleh penduduk lokal dan melekat pada bentuk tersebut pada lokasi tersebut.

Generic  name biasanya menggunakan bahasa indonesia atau bahasa lokal, mislanya sungai (Indonesia ) atau air (Sumatera ), ci (Jawa Barat), Brang (Sumbawa), Jane (Sulawesi Selatan), Kali (Jawa), Naga (Kalimantan Tengah), Salo (Sulawesi tengah, Gorontalo), Wai (Lampung), Krueng ( aceh ),dll.

Sedangkan Spesific name dapat terdiri dari single name seperti Jakarta, Bandung, Malang, atau compound name seperti Ujungpandang, Airmadidi, Bukittinggi.

toponimi adalah

Fungsi dan arti penting toponimi

Nama-nama geografis berfungsi sebagai label yang mengidentifikasi obyek-obyek geografi pada suatu lokasi tertentu, sekaligus sebagai penunjuk arah secara emplisit.

Toponimi dan peta

Toponimi dan peta sangat berkaitan erat.

Kartografer atau pembuat peta sangat menaruh perhatian pada aturan pemberian nama-nama geografis sehingga peta yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai penunjuk arah yang efektif.

Ada dua hal yang pelu diperhatikan (Ormeling, 2003);

  1. Pertama pemberian nama geografi sesuai dengan nama resminya (offisial name) pada peta, sehingga ada kesesuaian antara nama peta yang dihasilkan dengan publikasi resmi pemerintah, seperti petunjuk arah di jalan, petunjuk arah di jalan, petunjuk nama tempat, dsb.
  2. Menjamin pengguna peta untuk dapat mengeja nama tersebut dengan benar sehingga pengguna dapat menanyakan lokasi tersrbut dengan benar kepada penduduk lokal.

Contoh kasus di Eropa :

Seorang supir truk dari Valensia, Spayol, akan mengantarkan jeruk ke kota paling barat Jerman yang dalam bahasa Spayol di kenal dengan nama Aguas Gran. Ketika melintasi Perancis kota tersebut di kenal dengan nama Aix-la Chapelle, sesaat sebelum sampai lokasi, sopir tersebut melintasi wilayah Belgia yang bebahasa Belanda dan mereka menyebut kota tersebut dengan Aken.

Begitu sampai dilokasi name-board yang terpampang untuk kots tersebut dalam bahasa Jerman adalah Aachen. Bayangkan apa yang terjadi jika sopir tersebut baru pertama kali menuju kota tersebut. (Ormeling, 2003).

Mengingat hal tersebut,maka perlu dilakukan standarisasi penamaan obyek geografis yang befungsi untuk menghindari kerancuan atau ambiguity seperti contoh di atas.

Kaidah toponimi

Kaidah topnimi adalah aturan-aturan dalam melakukan pembuatan toponim atau nama-nama tempat dan objek geografi.

Pada level dunia badan yang memfasilitasi standarisasi penamaan geografis adalah united group pf expert on geographical names atau UNGEGN.

Sedangkan pada level nasional difasilitasi oleh panitia pemberian nama-nama geografis ( PPNG ), yang merupakan perkembangan dari panitia Tetap Nasional ( PANTAPNAS, Sk Mendagri No. 119.05-274/1003 tahun 1993).

Penamaan obyek geografis memiliki aturan dan ketentuan yang tertentu. Pengetahuan ini harus dimiliki oleh seorang kartografer agar peta buatannya tidak melenceng dari aturan dan ketentuan toponimi yang ada dan agar peta tersebut nantinya menjadi peta yang jelas dan mudah dimengerti.

Di Indonesia, prinsip mengenai kebijakan dan prosedur penamaan tempat sudah memiliki ketentuan tersendiri dan digunakan dalam peta rupabumi Indonesia.

Seluruh penentuan mengenai toponimi bertujuan agar nama-nama tempat di seluruh dunia memiliki acuan yang sama dan dapat digunakan di negara-negara lain.

Aspek penamaan dalam toponimi dilihat dari berbagai macam hal :

  • arti ciri khas suatu daerah,
  • aspek sejarah,
  • pengunaan daerah
  • tipologi atau penulisan.

Standar penulisan nama-nama geografis di Indonesia

Berikut ini adalah kaidah-kaidah atau aturan-aturan mengenai standar penulisan toponim atau penulisan nama-nama geografis di Indonesia

  • Aturan 1 : Generic name harus ditulis terpisah dari spesific name. Contoh : Gunung Merapi, Tajung Api, Bukit Suharto, Ci Liwung, Air Belimbing, Pulau Lenceng, Wai Seputih.
  • Aturan 2 : Toponim dapat ditunlis dengan single name dan compound name . Contoh: Single name ; Kota Semarang. Compound name : biasanya merupakan nama tempat (kota,kawasan, permukiman, pedesaan ). Dalam penulisan generic diikuti dengan spesific name yang ditulis menjadi satu kata, contoh : Kota Gunungsitoli, Kota Bukittinggi,Kota Airmadidi, Kota tanjungpinang,Kota Cimahi.
  • Aturan 3 : Jika spesific neme yang diikuti dengan kata sifat atau arah maka ditulis dalam dua kata, contoh :Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru, Penyabungan Tonga (tonga= tengah), Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sungai TabalongKiwa (Kiwa=  kiri), Pagarutang Jae (Jae= utama).
  • Aturan 4 : Jika spesific name yang diikuti dengan kata sifat atau arah maka ditulis dalam dua kata, contoh : Bagansiapiapi Siringoringo, Mukomuko.
  • Aturan 5: Spesifik name yang diikuti dengan angka penomoran, maka angka harus ditulis dalam kata dan terpisah, contoh : Depok satu, Depok Timur Satu, Koto Ampek (Koto = kota, Ampek = empat).
  • Aturan 6 : Spesifik name yang terdiri dari dua kata benda harus ditulis dalam satu kata, contoh : Tangabosi, Bulupayung, Pagaralam.
  • Aturan 7 : Spesific name yang terdiri dari kata benda diikuti dengan generic name harus ditulis dalam satu kata, contoh : Pintupadang, Pagargunung, Pondoksungai, Kayulaut.
  • Aturan 8 : Spesifik name yang terdiri dari tiga generic name, atau dua kata pertama adalah generic name dan yang ketiga kata benda, maka ditulis dalam satu kata, contoh : Torlukmuaradolok (torluk = teluk), Muarabatangangkola (batang = sungai).
  • Aturan 9: Jangan gunakan nama yang panjang, contoh kasus di Tapanuli Selatan : Purbasinombamandalasena, Dalihannataluhutaraja, Hutalosungparandolok Lorong Tiga, Gunungmanaonunterudang.

Survey toponimi

Survei toponimi merupakan kegiatan identifikasi dan pengumpulan informasi penamaan obyek geografis di permukaan bumi. Sedangkan office processing adalah kegiatan lanjutannya yang lebih focus dalam hal manajemen hingga diseminasi data toponimi. Walaupun demikian banyak ahli yang secara praktis menggabungkan kegiatan ini menjadi satu rangkaian kegiatan.

Kegiatan survey toponimi dan office processing ini dibagi menjadi beberapa kegiatan pendukung, yaitu:

  • Pengumpulan informasi nama-nama geografis.
  • Otoritasi toponimi.
  • Penyimpanan dan manajemen data.
  • Diseminasi data

Pengumpulan informasi nama-nama geografis

Sumber dari informasi ini bisa berasal dari survey lapangan dan wawancara dengan penduduk local, dan existing dokumen seperti peta yang sudah ada, arsip pemerintah, publikasi, dsb.

Otoritasi toponimi

Informasi toponim yang akan diserahkan ke pihak yang berwenang harus disusun secara konsisten dan dilengkapi dengan keterangan nama variant dan kemungkinan konflik penamaan.

Penulisan toponim harus cermat, terutama berkaitan dengan pengucapan local untuk suatu nama. Sehingga pihak yang berwenang menetapkan nama geografis dapat melihat secara keseluruhan permasalahan yang ada pada lokasi tersebut dan dapat memutuskan secara arif.

Penyimpanan dan manajemen data

Informasi toponim dapat saat ini disimpan dalam format digital dengan berbagai software pengolahan database (misal: MS Access). Komponen informasi dari setiap obyek geografis dapat bervariasi tergantung kebutuhan. Namun setidaknya memuat beberapa hal berikut :

ToponimiUnsur Geografi
Unit administrasiNama Varian
Koordinat geografisStatus Penamaan
Keterangan lokasiTanggal Pengesahan
Lembar petaID Record

Diseminasi data

Toponim memiliki peran yang sangat vital dalam komunikasi secara umum. Toponim memberikan identitas suatu lokasi atau mewakili persepsi terhadap suatu kenampakan tertentu. Sehingga pihak yang berwenang sangat berkompeten untuk melakukan diseminasi informasi ini. Cara diseminasi dapat berupa publikasi resmi, peta-peta lokasi, dan gazetteer.

Toponimi Indonesia

Terkadang ada beberapa nama tempat yang sudah menjelaskan mengenai unsur geografi tempat tersebut.

Nama seperti ini berupa nama lokal, yaitu nama yang diambil dari bahasa lokal penduduk sekitar. Batanghari merupakan salah satu contoh nama jenis ini.

Batang berarti sungai, sehingga unsur geografi dan generic name dapat langsung ditentukan. Namun karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa lokal, maka tidak semua orang dapat langsung mengerti.

Karena itulah, kata ‘sungai’ ditambahkan di depan Batanghari menjadi Sungai Batanghari agar mempermudah pengertian nama tempat.

Untuk generic name berupa kota ataupun kecamatan, nama yang dicantumkan dalam peta hanya nama kota, seperti Jambi, Simpang, Pauh, dan lain-lain. Keterangan untuk unsur geografis terdapat melalui simbol pada peta yang artinya dapat dilihat pada legenda.

Toponimi pulau

Penamaan toponim pulau memiliki fungsi yang sangat penting.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ribuan jumlah pulau.

Timbul masalah ketika harus dilakukan pelaporan nama-nama baku seluruh pulau-pulau yang dimiliki untuk pembakuan nama-nama geografis yang dilaksanakan oleh Otoritas Nama Geografis dari negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, sedangkan pulau merupakan unsur geografis yang memerlukan pembakuan namanya secara nasional.

Contoh toponimi daerah-daerah di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa contoh penjelasan toponimi beberapa daerah di Indonesia.

Kesimpulan

Toponimi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang penamaan tempat, yang meliputi aspek sejarah, arti, dan tipologi.

Sedangkan toponim dapat diartikan sebagai penamaan tempat atau objek geografi. Toponim dilekatkan pada unsur alami maupun buatan manusia.

Nama-nama geografis berfungsi sebagai label yang mengidentifikasi obyek-obyek geografi pada suatu lokasi tertentu, sekaligus sebagai penunjuk arah secara emplisit.

Saddam Hussein
Saddam Hussein
Articles: 137

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link QQ88

Daftar QQ88

QQ88

slot gacor terbaru

QQ88